Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Adakan Sidang Pelayanan Isbat Terpadu

Kamis, 20 April 2017 | 13:04:08 WIB
































Sungai Aur,  pasamanbaratkab.go.id- UU Nomor. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ditegaskan bahwa setiap anak yang lahir berhak memperoleh suatu nama sebagai identitas dan status kewarganegaraan, dan hak tersebut terpenuhi dengan adanya akte kelahiran. Pengurusan akte kelahiran adalah dengan mengurus akta nikah/buku nikah. Namun, pada masyarakat kita masih banyak yang belum memiliki buku nikah, sehingga masih banyak anak yang belum memiliki akta kelahiran.

Oleh karena itu, Kamis (20/4) Dinas kependudukan dan pencatatan sipil mengadakan sidang pelayanan isbat terpadu dan penandatanganan MoU kerjasama Pemda Pasaman Barat dengan Pengadilan agama Talu dan Kementerian agama Pasaman Barat di Gedung pertemuan Sei Aur. Tujuan kegiatan isbat terpadu ini adalah untuk membantu memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh buku nikah dan dokumen kependudukannya. Isbat terpadu ini dilaksanakan di 10 Kecamatan (kecuali kecamatan Pasaman) dan adapun jumlah peserta yang ditargetkan adalah 350 pasang keluarga, yang masing-masing kecamatan sebanyak 35 pasang, jelas Yuliana selaku Kepala Dinas pencatatan sipil Pasaman Barat. Mengingat begitu pentingnya akte kelahiran, maka secara nasional telah ditetapkan pencapaian kepemilikan akta kelahiran usia 0 - 18 tahun yaitu sebesar 80%, sementara Pasbar saat ini baru mencapai 57%.

Oleh karena itu tentunya kita harus bekerja keras dan bekerjasama menyusun strategi dan inovasi untuk mewujudkannya, yaitu selain melaksanakan pelayanan di kantor juga melakukan :

1. Kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama agar setiap siswa memiliki akta kelahiran, melalui penetapan akta kelahiran sebagai persyaratan pendaftaran TK dan SD.

2. Kerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk pengurusan akta kelahiran langsung oleh pihak penolong kelahiran seperti Rumah Sakit, Puskesmas hingga Bidan Jorong.

3. Pelayanan keliling dokumen Kependudukan ke jorong - Jorong. Dan pada tahun ini dilaksanakan terhadap 100 jorong dan sudah terlaksana sebanyak 20 Jorong dengan hasil pelayanan 100 - 200 berkas perjorong.

4. Kerjasama pelayanan terpadu dengan Pengadilan agama dan Kementerian agama dalam rangka penerbitan putusan isbat nikah, akta kelahiran dan lainnya.

Untuk ketersediaan anggaran Pemda yang terbatas, yang tahun ini hanya 350 pasang, dan masih terdapat 30.000 keluarga yang belum tercatat perkawinannya, Bupati Pasaman Barat menyatakan agar dikordinir dan difasilitasi secara swadaya di kecamatan dan juga berharap untuk jajaran pengadilan agama dapat membantu dengan biaya/anggaran isbat keliling dimasa yang akan datang ditingkatkan lagi, sampaikan Syahiran mengakhiri sambutannya.

 (Web/Rifi)

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar