Hari Pahlawan Di Pasbar Masih Menginginkan TMP

Jumat, 10 November 2017 | 13:48:52 WIB
Hari Pahlawan Di Pasbar Masih Menginginkan TMP

 

Simpang Empat, pasamanbaratkab.go.id - Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November diperingati sebagai reflektif untuk memberikan makna atas pengorbanan pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Dengan dasar itu pulalah Pasbar masih menginginkan Taman Makam Pahlawan (TMP).

Keinginan tersebut disampaikan oleh Bupati Pasbar Syahiran kemarin (10/11), dalam rangka upacara hari pahlawan di kantor bupati setempat. Setelah upacara hari pahlawan, dilanjutkan dengan temu ramah bersama Forkopimda serta pejuang veteran. Pasalnya, pahlawan bangsa hingga hari ini masih ada di Pasbar dan kaum veteranpun pasti menginginkan hal yang sama.

TMP yang ada di Jambak belum resmi karena belum ada izin dari Kementerian Sosial. Pemkab Pasbar ingin TMP di bangun atas tanah milik pemerintah, karena tidak ingin dikemudian hari ada masalah.  Menurut  Syahiran saat ini sudah ada tanah di sekitar Polsek Pasaman diprediksikan seluas 2 Ha. Untuk saat ini Pemkab Pasbar ingin mengurus sertifikatnya terlebih dahulu. Anggaran juga sudah disediakan oleh pemerintah mencapai Rp150 juta.

“Jika kita sudah punya lahan kementerian dan pemerintah provinsi akan mudah membantu kita. Sebab, saat ini pemerintah pusat tidak akan membantu jika tanah dengan bukti sertifikat tidak kita miliki,”tandas Syahiran. Ia menambahkan, melalui momentum peringatan hari pahlawan 10 November diharapkan semua pihak dapat mengambil makna yang terkandung di dalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada generasi bangsa.

“Pada kesempatan yang baik ini kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya, menjadi pahlawan bagi diri sendiri. Pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri sendiri,”tutur Syahiran. Selain itu, Syahiran juga menghimbau agar mewaspadai munculnya penyebaran paham-paham radikalisme yang sering menyusup pada generasi muda dan dapat menganggu proses pembangunan.

Radikalisme muncul karena keinginan dari pihak tertentu yang menginginkan adanya perubahan sosial politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.    “Radikalisme dapat mengganggu keberlangsungan pembangunan. Sedangkan, keamanan dan ketertiban menjadi kunci sukses keberlangsungan pembangunan suatu daerah. Radikalisme akan dapat dicegah jika ada suatu tekad bersama untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk terciptanya harmonisasi diantara semua komponen pembangunan,”jelas Syahiran.   

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar