Bupati Yulianto Ikuti Rakor Evaluasi Pelakasanaan TNB-PAC di Provinsi Sumbar

By Tim Peliput Diskominfo Pasaman Barat 08 Jul 2020, 12:04:13 WIB Berita Utama
Bupati Yulianto Ikuti Rakor Evaluasi Pelakasanaan TNB-PAC di Provinsi Sumbar

pasamanbaratkab go.id--  GubernurSumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno kembali menggelar Rapat Koordinasi bersama bupati/walikota se- Provinsi Sumatera Barat, Senin, (6/7).

Rakor juga diikuti oleh Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Sekretaris Daerah Yudesri, melalui Video Conference di Auditorium kantor bupati Pasbar.

Dalam Rakor tersebut berisikan 4 pembahasan yang dikaji oleh gubernur Sumbar yakni, mengenai Kajian Epidemiologi Covid-19 di Sumbar,Evaluasi Pelaksanan TNB-PAC, Tindakan pengendalian covid-19 dimasa TNB-PAC, serta Kebijakan terhadap proses belajar mengajar di tahun ajaran 2020/2021.

Mengenai evaluasi TNB-PAC, Gubernur menyebutkan terdapat beberapa pertumbuhan positif Covid-19 setelah diterapkannya Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 (TNB PAC).

"Untuk itu kita perlu menyiapkan sistem kesehatan jika nanti terjadi gelombang baru. Alhamdulillah sebagai data terakhir sampai tanggal bulan Juni kemarin perkembangan COVID-19 di Sumatera Barat kita dibawah 1%. Itulah yang menjadidi patokkan dasar kita untuk mengevaluasi tatanan normal baru ini," jelas Irwan.

Selanjutnya, dalam penanganan COVID-19 diharapkan tetap melakukan testing, tracking, isolasi, dan treathmen. "Kepada Bupati/Walikota diharapkan untuk mengkondisi semua itu . Testing tetap dimaksimalkan dan dimasifkan," tuturnya.

Mengenai persiapan tahun ajaran baru, gubernur menyampaikan untuk tetap mengikuti surat edaran Kemendikbud, bahwa aktivitas belajar mengajar tetap diberlakukan mulai tanggal 13 Juli 2020. Gubernur juga menegaskan kepada bupati/walikota akan terdapat zona yang digunakan untuk pembuatan kebijakan dimana pendidikan akan di buka apabila wilayah tersebut sudah zona hijau.

"Apabila Kegiatan belajar mengajar sudah dimulai lagi, maka protokol kesehatan tetap di laksanakan dan di perketat. Anak-anak murid maupun Guru tetap memakai masker, kegiatan pembelajaran di persingkat waktunya dan lebih menekankan tugas di rumah. Selanjutnya untuk kantin maupun tempat ibadah di sekolah agar di tutup dulu agar mencegah penyebaran COVID-19,"terangnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment