KABUPATEN PASAMAN BARAT SELENGGARAKAN REMBUK STUNTING ONLINE (RSO) TAHUN 2020

By Tim Peliput Diskominfo Pasaman Barat 05 Jun 2020, 17:36:14 WIB Berita Utama
KABUPATEN PASAMAN BARAT SELENGGARAKAN REMBUK STUNTING ONLINE (RSO) TAHUN 2020

pasamanbaratkab.go.id-- Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat menyelenggarakan Rembuk Stunting Online (RSO) pada Rabu, (03/6/ 2020). Rembuk Stunting Online dilaksanakan sebagai wujud dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat dalam upaya mengatasi dan mencegah stunting (anak kerdil), yang dilaksanakan dalam bentuk 8 (delapan) Aksi Konvergensi Pencegahan Stunting di daerah.

Seperti diketahui, Kabupaten Pasaman Barat adalah salah satu lokasi prioritas penanganan stunting secara nasional sejak tahun 2018. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berkewajiban memberikan dukungan dalam bentuk program atau kegiatan terinterasi yang melibatkan organisasi perangkat daerah pemegang program, kecamatan, maupun nagari. 

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, dalam kegiatan RSO  yang diselenggarakan di aula kantor Bappeda Pasaman Barat tersebut menyampaikan bahwa Rembuk Stunting ini adalah kedua kalinya  dilaksanakan, yang mana Rembuk pertama dilaksanakan pada bulan April lalu. Namun, karena dalam keadaan pandemi covid-19, maka penyelenggaraan rembuk dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom. 

"Mengingat kondisi pandemi covid-19 saat ini, saya berharap pelaksanaan Rembuk Stunting Online hari ini tidak mengurangi makna dari pertemuan kita," ungkap Yulianto dalam sambutannya.

Bupati Yulianto mengakui bahwa Tahun 2020 ini merupakan masa yang sulit, karena pandemi virus corona yang mewabah diseluruh dunia khususnya diPasaman Barat ini. Anggaran pada OPD maupun nagari mengalami rasionalisasi secara signifikan untuk penanganan dampak sosial ekonomi akibat covid-19 tersebut. 

Oleh sebab itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Yulianto mengharapkan beberapa hal, antara lain:

1. Agar tim koordinasi pencegahan stunting Kabupaten Pasaman Barat maupun Pemerintah Nagari memprioritaskan intervensi pada lokus dengan prevalensi stunting yang tinggi pada Tahun 2020 dan 2021. 

2. Agar seluruh pihak terkait menyempurnakan data intervensi cakupan program sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

3. Agar semua stakeholders meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan intervensi penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Pasaman Barat.

4. Agar semua stakeholders mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mendukung program pencegahan stunting di daerah.

Sesuai Petunjuk Teknis Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan Stunting di daerah, tujuan dari Rembuk Stunting ini adalah membahas Rencana Kerja Aksi Konvergensi Stunting pada Tahun 2020 dan 2021 yang akan dimuat ke dalam dokumen perencanaan daerah (RKPD) maupun dokumen perencanaan OPD (Renja OPD). Oleh sebab itu, rembuk stunting menjadi momentum strategis untuk memastikan dukungan penganggaran dalam pencegahan stunting di tahun 2021 nanti.

Rembuk Stunting hadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Koordinasi Pencegahan Stunting Kabupaten Pasaman Barat 2018-2021, instansi vertikal, Camat, Puskesmas se-Kabupaten Pasaman Barat, Wali Nagari, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, kader pembangunan manusia (KPM) dan stakeholders lainnya.

Sementara itu, unsur pemerintah pusat yang berpartisipasi dalam rembuk stunting secara virtual ini adalah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, tim INEY Bappenas, Tim Local Government Capacity Building dari Tim Percepatan Pencegahan Anak Stunting (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia,  dan Tenaga Ahli Pool Kementerian Dalam Negeri Regional 1 Medan. Sementara itu, Pemerintah Propinsi diwakili oleh Bappeda Propinsi Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment