Batuan Harzburgit - Dunit

SUMBER DAYA HIPOTIK

Perhitungan sumberdaya hipotik batuan Harzburgit - Dunit ini dilakukan secara sederhana pada peta topografi skala 1 : 40.000. Perhitungan dilakukan sampai pada level 200 meter, dimana singkapan-singkapan batuan Harzburgit - Dunit dapat teramati dengan baik. Pada perhitungan ini diambil tebal rata-rata sebesar 50 meter. Batuan Harzburgit – Dunit ini tersebar pada areal seluas ±: 16.000.000 m2, maka sumberdaya hipotetik dapat dihitung sebagai berikut:

Sumberdaya hipotik = 16.000.000 m2 x 50 m = 800.000.000 m3

Jika "Specific Grafity" batuan Harzburgit - Dunit = 3,0 ton/ m3

Maka, Sumberdaya Hipotetik = 800.000.000 m3 x 3,0 ton/ m3 = 2.400.000.000 ton.

RENCANA PENAMBANGAN, LINGKUNGAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

A. RENCANA PENAMBANGAN

Sistem penambangan yang akan dipakai untuk menambang bahan galian Dunit Harzburgit di Gunung Tongar, Desa Pingar, Kecamatan Pasaman adalah sistem tambang terbuka (Quarry Mining), adapun tahapan penambangan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Pembuatan Jalan Tambang dan Pengupasan Tanah Penutup.

Pembuatan Jalan Tambang rencananya akan dibuat dari kaki bukit sampai puncak bukit yang panjangnya j: 800 meter dengan menggunakan 1 (satu) unit "Back Hoe". Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan jalan tambang di perkirakan berjumlah Rp. 20.000.000,-. Pekerjaan pengupasan tanah penutup (Land Clearing) dilakukan dengan menggunakan 1 (satu) unti Back Hoe. Biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan pengupasan tanah penutup diperkirakan berjumlah Rp. 10.000.000,-.

2. Pembongkaran Bahan Galian.

Pembongkaran bahan galian dilakukan dengan nmenggunakan "Back Hoe" yang "Bucket" nya diganti dengan "Breaker" (pemecah batu). Untuk penambangan yang produksinya tidak terlalu besar lebih effisien tidak menggunakan peledakan.

3. Pengangkutan.

Kegiatan pengangkutan yang akan dilakukan pada kegiatan penambangan Dunit dilakukan 2 (dua) tahap yaitu :

a. Pengangkutan Tahap Pertama.

Kegiatan pengangkutan tahap pertama yaitu mengangkut Dunit hasil pembongkaran yang diangkut dengan menggunakan "Dump Truck" yang dibantu alat muat "Wheel Loader" dari Front Penambangan ke "Crushing Plant" yang berjarak ± 800 meter.

b. Pengangkutan Tahap Kedua.

Pengangkutan Dunit Harzburgit dari hasil pengolahan di "Stone Crusher" menuju tempat penumpukan Dunit Harzburgit dengan menggunakan "Belt Conveyor".

4. Pengolahan.

Peralatan yang digunakan pada kegiatan pengolahan Dunit Harzburgit adalah "Unit Crushing Plant".

5. Rencana Produksi dan Peralatan.

Jumlah Dunit Harzburgit yang di rencanakan untuk diproduksi dari mulut tambang dalam waktu 8 (delapan) tahun, dengan produksi Dunit Harzburgit pertahun direncanakan : 691.200m3.

B. LINGKUNGAN

Untuk penanganan masalah dampak yang diakibatkan dari kegiatan usaha pertambangan Dunit Harzburgit di Bukit Tongar terhadap lingkungan sekitarnya, sesuai dengan aturan yang berlaku harus dibuat suatu dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).

PEMASARAN DAN INVESTASI

A. PEMASARAN

Batuan Dunit Harzburgit yang terdapat di Gunung Tongar, Jorong Pinagar (Desa Pinagar), Kanagarian Aur kuning, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman mempunyai kadar MgO yang cukup tinggi yaitu rata-rata 27,73 , melebihi kadar MgO yang terdapat pada batuan dolomit yang kadarnya rata-rata 17,0 , oleh karena itu batuan Dunit Harzburgit sangat baik untuk dijadikan sebagai bahan baku pupuk.

Adapun daerah pemasaran untuk pupuk dari Dunit Harzburgit tersebut yaitu perkebunan kelapa sawit, dan beberapa lokasi perkebunan yang baru di buka di wilayah Sumatera Barat, wilayah perkebunan kelapa sawit yang cukup luas adalah di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan dan wilayah Kabupaten Pasaman Barat. Dari hasil survey ke lapangan didapatkan harga jual terendah dari Dunit Harzburgit sekitar Rp. 25.000,-/m3.

B. INVESTASI

1. Biaya Pembebasan Lahan.

Pada tahap awal pembebasan lahan dilakukan untuk 1 (satu) hamparan bukit seluas 25 Ha dimana harga tanah di daerah tersebut sekitar Rp. 3.000.000,-/Ha, maka biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan adalah :

25 Ha X Rp. 3.000.000,-/Ha = Rp. 75.000.000,-

Biaya yang dibutuhkan dalam pengurusan perizinan terdiri dari:

a. Pemetaan Topografi = Rp. 25.000.000,-

b. Penelitian Eksplorasi = Rp. 75.000.000,-

c. Pembuatan Dokumen UKL/UPL = Rp. 25.000.000,-

d. Studi Kelayakan = Rp. 50.000.000,-

e. Biaya Administrasi = Rp. 5.000.000,-

Jumlah = Rp.180.000.000,-

2. Biaya Konstruksi.

    Biaya yang dibutuhkan dalam pekerjaan kontruksi terdiri dari :

1.Biaya Pembangunan Kantor Tambang.

  Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Kantor Tambang di perkirakan berjumlah Rp. 30.000.000,-

2.Biaya Pembangunan Rumah Tambang.

  Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah tambang di perkirakan berjumlah : Rp. 30.000.000,-

3.Biaya Persiapan Penambangan.

  Kebutuhan biaya persiapan terdiri dari:

  - Biaya pengupasan tanah penutup (Land Clearing).

    Biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan pengupasan tanah penutup diperkirakan berjumlah : Rp. 10.000.000,-

  - Biaya Pembuatan Jalan Tambang.

    Biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembuatan jalan tambang sepanjang 800 meter diperkirakan berjumlah Rp. 20.000.000,-

    Jadi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan persiapan penambangan berjumlah Rp. 30.000.000,-

Tabel Biaya Konstruksi

No JENIS KONSTRUKSI BIAYA(Rp)

1 Pembangunan Kantor Tambang 30.000.000,-

2 Pembangunan Rumah Tambang 30.000.000,-

3 Persiapan Penambangan 30.000.000,-

JUMLAH 90.000.000,-

3. Biaya Pembelian Peralatan.

    Biaya yang dibutuhkan pada pembelian peralatan terdiri dari:

   1. Biaya Pembelian Peralatan Penambangan.

      Biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan penambangan berjumlah Rp 3.000.000.000,-

      Yaitu untuk pembelian 2 (dua) unit Back Hoe dan 1 (satu) unit) Wheel Loader

   2. Biaya Pembelian Peralatan Pengolahan.

      Biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan pengolahan (unit crushing plant) diperkirakan berjumlah Rp. 2.500.000.000,-

   3. Biaya Pembelian Peralatan Pengangkutan.

      Biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan pengangkutan diperkirakan berjumlah Rp. 4.200.000.000,- yaitu untuk pembelian 3 (tiga) unit Dump Truck dan 1 (satu) unit Belt Conveyor

   4. Biaya Pembelian Peralatan Pembangkit Listrik.

      Biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan pembangkit listrik berjumlah Rp. 50.000.000,-

   5. Biaya Pembelian Peralatan Kantor.

      Biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan kantor berjumlah Rp. 25.000.000,-

   6. Biaya Pembelian Peralatan Alat Pelindung Diri.

      Biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan alat pelindung diri diperkirakan berjumlah Rp. 10.000.000,-

      Jumlah biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan diperkirakan berjumlah Rp. 9.785.000.000,-

4. Biaya Operasional

    Biaya Operasional yang dibutuhkan terdiri dari:

   1.Biaya Gaji Karyawan

      Jumlah Biaya yang di butuhkan untuk membayar gaji karyawan dalam 1 (satu) tahun diperkirakan sebanyak Rp. 54.500.000 X 12 = Rp. 654.000.000,- (lihat tabel).

      Tabel Biaya Gaji Karyawan.

      No Jenis Peralatan Jumlah Karyawan Gaji/Bulan

      (Rp) Jumlah

      (Rp)

      Kepala Teknik/Manejer Lapangan 1 5.000.000,- 5.000.000,-

      Wakil Kepala Teknik 1 4.000.000,- 4.000.000,-

      Mekanik 2 3.000.000,- 6.000.000.-

      Operator Alat Berat 12 2.000.000,- 24.000.000,-

      Operator Crushing Plant 2 1.500.000,- 3.000.000,-

      Operator Belt Conveyor 2 1.500.000.- 3.000.000.-

      Pegawai Administrasi 2 1.000.000.- 2.000.000.-

      Satpam/Penjaga Malam 4 1.500.000.- 6.000.000.-

      Pesuruh/Clearning Service 2 750.000.- 1.500.000.-

      Jumlah 54.500.000.-

   2. Biaya Operasional Peralatan.

      Biaya yang dibutuhkan untuk Operasional peralatan dalam 1 (satu) tahun berjumlah

      Rp. 1.100.070.000,- (lihat tabel).

      Tabel Biaya Operasional Peralatan

      NO Jenis Alat Biaya BBM Biaya OH Biaya Spare Part Jml Unit Jml Biaya

      1 Wheel Loader 71.280.000.- 5.184.000.- 75.000.000.- 1 151.464.000-

      2 Back Hoe 71.280.000.- 5.184.000.- 75.000.000.- 2 302.928.000-

      3 DumpTruk 71.280.000.- 5.184.000.- 22.500.000.- 3 98.964000,-

      4 Stone Crusher 71.280.000. 5.184.000.- 187.500.000.- 1 263.964000,-

      5 Belt Conveyor - - 225.000.000.- 1 225.000.000.-

      6 Gen Set 50.000.000.- 4.000.000.- 3.750.000.- 1 57.750.000.-

      Jumlah 1.100.070.000.-

   3. Biaya Penyusutan.

      Biaya yang dibutuhkan untuk membiayai penyusutan peralatan dalam 1 (satu) tahun berjumlah Rp. 1.218.250.000,-(lihat tabel).

      Tabel Biaya Penyusutan Peralatan

      NO Jenis Alat Jml Unit Usia Ekonomis Harga Alat Per Unit Biaya Penyusutan Jml Biaya Penyusutan

      1 Wheel Loader 1 8 Tahun 1.000.000.000.- 125.000.000.- 125.000.000.-

      2 Back Hoe 2 8 Tahun 1.000.000.000.- 125.000.000.- 250.000.000.-

      3 DumpTruk 3 8 Tahun 400.000.000.- 50.000.000.- 150.000.000.-

      4 Stone Crusher 1 8 Tahun 2.500.000.000.- 312.000.000.- 312.000.000.-

      5 Belt Conveyor 1 8 Tahun 3.000.000.000.- 375.000.000.- 375.000.000.-

      6 Gen Set 1 8 Tahun 50.000.000.- 6.250.000.- 6.250.000.-

      Jumlah 1.218.250.000.-

   4. Biaya Pengolahan Limbah dan Pemantauan Lingkungan.

      Biaya yang dibutuhkan untuk membiayai pengolahan limbah dan pemantauan

      lingkungan dalam 1 (satu) tahun berjumlah Rp. 8.000.000,-

   5. Biaya Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja.

      Biaya yang dibutuhkan untuk membiayai program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan dalam 1 (satu) tahun berjumlah Rp. 20.000.000,-

   6. Biaya Pajak Bahan Galian Tambang.

      Biaya maksimal yang dibutuhkan untuk membayar pajak bahan galian tambang untuk 1(satu)tahun berjumlah 20 0/0 X Rp. 25.000,-/m3 X 691.200 m^tahun = Rp 3.456.000.000,-

      Tabel Biaya Operasional Per Tahun

      No JENIS OPERASIONAL BIAYA (Rp)

      1 Biaya Gaji karyawan 654.000.000,-

      2 Biaya Operasional Peralatan 1.100.070.000 -

      3 Biaya Penyusutan 1.218.250.000.-

      4 Biaya Pengolahan Limbah dan Pencemaran Lingkungan 8.000.000,-

      5 Biaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja 20.000.000-

      6 Biaya Pajak Bahan Galian Tambang 3.456.000.000.-

      J umlah 6.456.320.000,-

KESIMPULAN

Dari hasil penyusunan Informasi Peluang Investasi untuk bahan galian Dunit Harzburgit di Gunung Tongar, Jorong Pinagar (Desa Pinagar), Kanagarian Aur Kuning, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, propinsi Sumatera Barat dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :

   1. Sumber daya Hipotetik untuk bahan galian Dunit Harzburgit yang tersedia cukup besar yaitu sekitar 2.400.000.000 ton.

   2. Kadar MgO yang terdapat dalam batuan Dunit Hazburgit cukup tinggi yaitu rata-rata 27,73 . Dengan kadar MgO yang cukup tinggi maka batuan Dunit Harzburgit dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk.

   3. Jumlah investasi yang dibutuhkan untuk menambang dan mengolah Dunit Harzburgit untuk menjadi pupuk berjumlah Rp. 10.230.00.00,-.

   4. Biaya produksi per ton pupuk Dunit Harzburgit diperkirakan sebesar Rp 3.113,58/ton.

   5. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode "Average Rate of Return" dengan asumsi harga jual Rp. 25.000,-/m3 maka didapatkan tingkat keuntungan sebesar 86,76 .

   6. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode "Payback" maka didapat hasil bahwa investasi yang tertanam pada kegiatan usaha pertambangan Dunit Harzburgit sudah bisa kembali pada 1 tahun 6 bulan masa produksi.

   7. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode "Net Present Value" didapatkan nilai NPV nya positif yang berarti usaha pertambangan Dunit Harzburgit ini menguntungkan.

   8. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode " Internal Rate of Return" di dapatkan angka IRR = 65 , karena IRR dari usaha ini lebih besar dari tingkat keuntungan yang di isyarakan, maka usaha ini dikatakan menguntungkan.

   9. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode "Profitability Index" (PI) di dapatkan angka PI = 1,002, karena angka Profitability Index yang didapat lebih dari 1 (satu) maka usaha ini di katakan menguntungkan. 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar