Batu Gamping dan Lempung Untuk Bahan Semen

Dalam perencanaan industri semen sangat perlu dikaji tentang ketersediaan bahan baku (kualitas, kuantitas dan keberadaannya), kondisi infrastruktur, sarana dan prasarana daerah bersangkutan.

Pemetaan yang dilakukan di bagian barat laut seputar Gunung Tuleh Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, merupakan kawasan yang cukup patut untuk dipertimbangkan sebagai suatu kawasan industri semen ditinjau dari kondisi infra struktur dan sarana prasarana yang ada dikawasan ini. Hal lain yang masih perlu untuk dipertimbangkan adalah ketersediaan dari bahan baku, kondisi dari endapan bahan baku yang ada dan hal lainnya yang menyangkut masalah teknis konservasi lahan bekas penambangan bila akan dieksploitasi.

BAHAN BAKU SEMEN

Bahan baku semen dikelompokkan menjadi bahan baku utama dan bahan baku penolong.

Bahan baku utama, terdiri dari:

- Batugamping (batukapur) non dolomitan (MgO 0,1-1,1), sebanyak 76-80

- Lempung (tanah liat), sebanyak 16-20

Bahan baku penolong, terdiri dari :

- Silika / batu rijang (90Si02). sebanyak 1,5-2,5

- Pasirbesi, sebanyak 1 (55 Fe)

- Gips sebanyak 3,5

a. Batu gamping

Sebaran batu gamping pada daerah pemetaan seluas ± 650 HA termasuk dalam jajaran Gunung Tuleh yang memanjang dari barat laut - tenggara dan diperkirakan hanya mencakup 30 dari sebaran batugamping yang ada. Potensi cadangan yang sangat besar dari batu gamping pada daerah pemetaan (± 1.300.000.000 ton) sangat mendukung untuk ketersediaan bahan baku utama dalam inustri semen yang persentase perbandingan kebutuhannya paling tinggi. Dari hasil analisa kimia beberapa contoh batugamping (Tabel 2), kandungan rata-rata :

 CaO : 53,01 ,

 Fe203 : 0,71 ,

 MgO : 0.86 .

 P205 : 0,04 ,

 Si02 : 0,49 .

menunjukkan batugamping tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku semen.

b. Lempung

Sebaran lempung mencakup hampir 75 (± 1.650 HA) dari luas areal daerah pemetaan. dengan cadangan ± 59.375.000 ton. Dengan kandungan rata-rata :

- AI203 : 21,34

- Na20 : 0.01

- MgO : 1,46

- CaO : 1.29.

Walaupun dari hasil analisa contoh lempung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku semen, pertimbangan teknis masih harus diperhatikan Ketebalan tempung (lempung sedimentasi/pelapukan batuan volkanik) sangat terbatas sekitar 1 (satu) meter dengan lapisan penutup (humus) antara 10-15 cm. Bila akan dieksploitasi akan membutuhkan areal yang cukup luas, dan untuk mengembalikan kepada kondisi penggunaan lahan seperti semula (sebagai daerah pertanian) akan membutuhkan teknologi tinggi mengingat dibawah lapisan lempung ini terendapkan pasir kasar dan pasir halus. Akan terbentuk daerah/kawasan dengan kubangan-kubangan yang dalam, disebabkan endapan lempung diatas terletak pada dataran paling rendah dari daerah sekitarnya dengan morfologi datar. Jenis lempung yang lain yang tersebar untuk dapat dijadikan bahan baku semen masih diperlukan penanganan khusus yang tentunya diperlukan teknologi tersendiri mengingat endapan lempung yang ada mengandung partiket-partikel lain yang berukuran sampai dengan kerakal dengan persentase yang cukup tinggi.

c. Silika / Baturijang

Berdasarkan informasi yang ada, baturijang terindikasi berada dibagian utara Desa Simpang Lolo, Kenagarian Robijonggor Kecamatan Gunung Tuleh, berjarak ± empat kilometer utara daerah pemetaan. Kondisi endapan, kualitas dan kuantitas dari baturijang tersebut, belum diketahui dengan jelas, masih diperlukan pemetaan lebih lanjut. Mengacu pada pabrik semen yang ada (PT Semen Padang). bahan galian ini masih didatangkan dari Cilacap dan Gresik.

PERHITUNGAN INDEK BAHAN BAKU

Hitungan indek bahan baku dalam proses pembuatan semen untuk menghasifkan 1 (satu) semen, dapat diuraikan sebagai berikut :

Proses bahan mentah menjadi produk setengah jadi:

Batugamping : 80-\ digiling Tanur Terak/Clinker

Proses produk setengah jadi menjadi produk akhir:

Terak/Clinker + Gipsum digiling -> Semen

dengan demikian untuk menghasilkan 1(satu) ton semen, berat masing-masing bahan yang diperlukan sesuai dengan proses (a) dan (b). adalah sebagai Batugamping : 0,80 x 1,56 tonx 1/0.965 = 1,256 ton Lempung : 0,17 x 1.56 ton x 1/0.965 = 0,314 ton Silika/batu rijang : 0.02 x 1,56 ton x 1/0.965 = 0.032 ton Pasirbesi : 0,01 x 1,56 ton x 1/0,965 = 0.016 ton

Dengan hanya mempertimbangkan jumlah cadangan bahan baku semen yang ada pada daerah pemetaan, dapat dapat dihitung jumlah tonase produk akhir (semen) yang dihasilkan berdasarkan perhitungan diatas :

Jumlah cadangan sebesar ±1.300.000.000 ton, akan dihasilkan produk 11.300.000.000 ton /1,256 ton x 1 ton = 1.035.031.847 ton Jumlah cadangan sebesar ± 59.375.000 ton. akan dihasilkan produk akhir 159.375.000 ton/0,314 ton x 1 ton = 189.092.356 ton

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan. dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran :

   1. Luas daerah penelitian mencakup ± 2.400 HA, meliputi tiga desa. yaitu Desa Ranah Tuleh, Desa Paraman Ampalu dan Desa Sarasah Kenaikan, Kenagarian Rabijonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat.

   2. Secara morfologi daerah tersebut berada pada ketinggian 40 meter – 904 mdpl (dari permukaan iaut) yang terdiri dari morfologi dataran rendah, morfologi perbukitan bergelombang dan morfologi perbukitan tinggi yang dicirikan topografi khas "karst" dengan lereng dan lembah yang curam dan Tata guna lahan berupa persawahan, perladangan /perkebunan dan perkampungan pada dataran rendah. sebagian kecil persawahan perkebunan dan perladangan berpindah pada perbukitan bergelombang dan hutan primer pada perbukitan tinggi.

   3. Batuan dasar yang menyusun daerah ini terdiri dari endapan alluvial berumur Holosen, batugamping, batugamping meta. batugamping sabakan, batusabak gampingan, metatufa, metawake, filit dan sekis hijau yang terlapukkan dan terkekarkan secara intensif.

   4. Penyebaran batu gamping seluas ± 650 HA, berarah baratlaut – tenggara termasuk jajaran Gunung Tuleh dengan penafsiran cadangan sebesar ± dari hasil analisa contoh. Kualitas batugamping ini cukup memadai sebagai bahan baku industri semen. Dengan kadar rata-rata :

      - CaO : 53,01 ,

      - Fe203 : 0,71 ,

      - MgO : 0.86 .

      - P205 : 0,04 ,

      - Si02 : 0,49 .

   5. Cadangan lempung sebesar 59.375.000 ton terdiri dari dua jenis, hasil sedimentasi seluas ± 200HA dengan cadangan sebesar ± 5.000.000 ton dan lempung hasil pelapukan batuan dasar/induk seluas ± 1.450 Ha

   6. Jarak lokasi penelitian (pengembangan) ke jalan Propinsi yaitu lokasi Simpang Tiga Alin +/- 11 km. dari Simpang Tiga Alin - Air Bangis (pelabuhan laut yang tersedia) +/- 42 km. Alternatif lain sebagai sarana transportasi produk dari lokasi penelitian dapat dilakukan dengan angkutan sungai melalui sungai Batang Pasaman dan Sungai Air Haji. Hasil kegiatan penelitian yang dilakukan ini belum dapat dijadikan acuan, masih diperlukan beberapa pertimbangan teknis terutama bila bahan galian yang ada akan dijadikan bahan baku semen.

Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa saran dapat dikemukakan sebagai berikut :

   1. Lempung yang secara kualitas dari hasil analisa kimia dapat digunakan sebagai bahan baku semen. secara kuantitas kurang prospek untuk ditambang mengingat lahan yang harus dibuka sangat luas dan tingginya persentase kandungan partikel lain yang ada akan meningkatkan biaya. Untuk itu perlu dicarikan alternatif lain dengan mencari cadangan lempung.

   2. Cadangan lempung dimaksud, secara makro sebarannya dapat dijumpai terletak di sebelah selatan daerah pemetaan pada ruas jalan Empat - Simpang Tiga Alin - Air Bangis.

   3. Perlu dilakukan pemetaan keterdapatan endapan bahan galian pendukung lain yaitu baturijang karena dari informasi yang dijumpai terdapat indikasi penyebaran bahan tersebut terdapat diutara daerah pemetaan. desa Simpang Lolo, Kenagarian Rabijonggor, Kecamatan Gunung Tuleh

   4. Apabila berdasarkan perhitungan teknis pertambangan, pengambil keputusan berkeyakinan bahwa keberadaan bahan galian yang terkandung prospektif untuk diusahakan, untuk menghindari kegagalan yang mungkin terjadi pada saat penambangan (eksploitasi) perlu dilakukan pengkajian pemenuhan kebutuhan bahan penolong. 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar