Wisata Budaya Lubuak Landua di Kecamatan Pasaman

Wisata Budaya Lubuak Landua di Kecamatan Pasaman

Pasaman Barat memiliki banyak wisata budaya salah satunya manjalang buya lubuk landua. Kegiatan ini merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka menghormati Syeh Muhammad Bashir yang diberi gelar dengan nama buya lubuak landua. Beliau adalah salah seorang tokoh agama pada zaman dahulu. Dimana Jorong Lubuk Landur menjadi salah satu pusat pengembangan agama Islam di Pasaman Barat. Sejak Islam masuk ke Nagari Aua Kuniang, boleh dikatakan pusat Islam Pasaman Barat terletak di Jorong Lubuk landur. Acara adat ini yang dilaksanakan di Surau  (Mushala)  Buya Lubuak Landua yang biasanya diadakan pada hari ke enam pasca lebaran. Surau  ini didirikan oleh Buya Lubuak Landua yang dimanfaatkan masyarakat selain untuk beribadah sehari-hari juga untuk Basuluak pada waktu-waktu tertentu.

Diluar acara tradisi manjalang buya lubuk landua, banyak masyarakat yang datang untuk memenuhi hajat ketempat ini. Konon katanya dengan berkunjung ke makam Buya, akan dikabulkan doanya.Ada juga yang hanya berkunjung untuk berwisata baik dari dalam maupun luar daerah Lubuak Landua. 

Selain melakukan kunjungan religi terhadap situs budaya untuk mengetahui awal perkembangan islam di Pasaman Barat, kita juga disuguhi pemandangan sungai yang didalamnya berisi ratusan ikan yang tidak boleh dipancing apalagi dimakan. Masyarakat memberikan julukan dengan nama ikan larangan Lubuak Landua.

Ikan larangan Lubuak Landua berada di jorong Lubuak Landua Kecamatan Pasaman, bersebelahan dengan Surau Buya Lubuk Landur dengan berjarak ± 10 KM dari ibukota Kabupaten dapat ditempuh dengan kendaran roda dua dan kendaraan roda empat. Ikan Larangan ini dibuat oleh Buya Lubuak Landua, dipercaya masyarakat setempat ikan ini tak boleh diambil apalagi dikonsumsi tanpa izin dari beliau, karena dapat menimbulkan malapetaka bagi yang melakukannya.

Bagi anda yang ingin melakukan kunjungan ke situs peninggalan sejarah islam di Pasaman Barat, ataupun yang penasaran ingin mengetahui mistis apa yang melatarbelakangi keberadaan ikan larangan yang tidak boleh diganggu ini.

Pasaman West has many cultural attractions one manjalang buya landua depths. This event is a tradition held every year in honor of Sheikh Muhammad Bashir who was given the title by the name buya Lubuak landua. He is one of the religious leaders in ancient times. Where Jorong Lubuk Landur become one of the central development of Islam in West Pasaman. Since Islam came to Nagari Aua Kuniang, arguably Islamic center located in West Pasaman Jorong Lubuk landur. This traditional event held at Surau (Mushala) Buya Lubuak Landua are usually held on the sixth day after the Eid. This mosque was founded by Buya Lubuak Landua are utilized by people in addition to the daily worship also for Basuluak at certain times.

Outside events manjalang tradition buya bottom landua, many people who came to meet the intent to this place. It was said with a visit to the tomb of Buya, will be granted doanya.Ada also the only visit to tour both from within and outside the region Lubuak Landua. In addition to religious visits to cultural sites to find the beginning of the development of Islam in West Pasaman, we are also treated to a view of the river which contains hundreds of fish that should not be lured let alone eaten. Society gives nicknames to ban fish Lubuak Landua name. Landua Lubuak ban fish are in the ellipse Lubuak Landua District of Pasaman, adjacent to the Surau Buya Lubuk Landur to within ± 10 KM from the capital of the district can be reached with two-wheeled vehicles and four-wheeled vehicles. This prohibition fish made by Buya Lubuak Landua, this fish is believed to local communities should not be taken especially consumed without permission from him, because it can cause havoc for those who do. For those of you who want to make a visit to the Islamic heritage sites in West Pasaman, or are curious to know what lies behind the existence of mystical fish ban this should not be disturbed.
Share on:

Komentar

Abisar
Jorong Air Dingin/Bandung
Selasa
07 Mei 2013 | 22:58:00 WIB
Wisata budaya Pasaman Barat dapat juga dipandang dari segi adat istiadat, kesenian, atau kebiasaan-kebiasan yang turun temurun berjalan. Pasaman Barat terdiri dari tiga suku sebagai \"tungku tigo sajarangan\", Minangkabau, Mandahiling dan Jawa.Ketiga suku ini melahirkan banyak sekali budaya yang perlu digali, semoga jadi perhatian bagi kita semua. 


Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar
 



Selasa, 15 November 2016

MAN Kajai Canangkan Program Gerakan Seribu

2016-11-15 00:45:37 Simpang Empat, pasamanbaratkab.go.id Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kajai, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melakukan terobosan baru dalam meningkatkan rasa sosial dan mengikuti tuntunan hidup sehat dan bersih. Hal ini dibuktikan dengan program Gerakan Seribu di Hari Jumat dan Jumat bersih. Benar, sudah dua minggu kita memulai program ini, sedekah pertama terkumpul Rp...

Kamis, 06 Oktober 2016

Ikan Larangan Batang Tian Dibanjiri Pengunjung

2016-10-06 14:17:31 Simpang Empat, pasamanbaratkab.go.id Meski baru satu bulan dibuka, tempat wisata alam ikan larangan Batang Tian yang terletak di Jorong Pasaman Baru, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), semakin ramai oleh pengunjung. Betapa tidak, selain banyaknya ikan-ikan jinak yang menghiasi sungai, letaknya juga berada di pusat kota kabupaten dan berada di jalan...