Danau Laut Tinggal

Danau Laut Tinggal Hiasan Hutan Hujan Tropis di Gunung Tuleh

 

Pemandangan wisata yang sangat eksotis serta alami dapat kita temukan di Jorong Sitabu, Kec. Gunung Tuleh. Danau Laut Tinggal, temuan ekspeditor Jerman Rabenstern dan Herwig Zahorka, melalui pantauan satelit ekpeditor yang berasal dari Jerman tersebut melihat adanya danau yang belum terjamah di bagian utara Provinsi Sumatera Barat.

Ekspedisi untuk menemukan Danau Laut Tinggal dilakukan penjelajahan selama 6 hari oleh ekspeditor Jerman yang dibantu oleh 18 orang masyarakat Nagari Rabi Jonggor yang berperan sebagi perintis jalur perjalanan di hutan.  

Ekspedisi berakhir ketika peneliti Jerman beserta masyarakat yang ikut dalam perjalanan menemukan sebuah danau yang sangat indah, uniknya, di danau tersebut tidak terdapat hewan ataupun ikan yang hidup di dalam air danau tersebut. Belum ada penelitian lanjutan menegnai apa yang menyebabkan tidak adanya hewan yang hidup di danau ini.

Ekspeditor jerman mendokumentasikan hasil penemuan mereka. Pesona pemandangan danau alami yang belum terjamah tersebut. Alam yang hijau, indah dan asri dihiasi dengan hutan hujan tropis yang masih 'perawan'. Danau Laut tinggal memiliki diameter 2 Km, berada pada ketinggian 1.940 meter di atas permukaan laut. Jarak menuju danau ini adalah 20 Km dari Sitabu/ sekitar 50 Km dari pusat kota Pasaman Barat.

Tourist sights are very exotic and naturally can be found in Jorong Sitabu, district. Mount Tuleh. Sea Lake Living, findings ekspeditor Germany Rabenstern and Herwig Zahorka, via satellite observation ekpeditor derived from the German saw unspoiled lakes in the northern part of West Sumatra province. 

Expedition to find Sea Lake Live conducted exploration for 6 days by German ekspeditor assisted by 18 people villagers' Rabbi Jonggor which acts as a pioneer in the travel path of the forest. 

The expedition ended when German researchers and citizens who participated in the course of finding a very beautiful lake, uniquely, in the lake there are no animals or fish that live in the lake water. No further research menegnai what caused the absence of animals that live in this lake. 

German Ekspeditor documenting their findings. Charm of the natural lake scenery is unspoiled. Green natural, beautiful and beautiful decorated with tropical rain forests are still 'virgin'. Sea Lake living has a diameter of 2 km, at an altitude of 1,940 meters above sea level. Distance to the lake is 20 Km from Sitabu / about 50 Km from the city center West Pasaman. 
Share on:

Komentar

Zulfahmi
Padang
Senin
15 Oktober 2012 | 11:48:00 WIB
Ternyata Pasaman Barat Banyak Memiliki Objek Wisata yang cantik2... Wahhhh...... Spektakuler !! 
toto handayono
padang
Rabu
16 Januari 2013 | 10:49:00 WIB
luar biasa dan mesti di lestarikan 
Nazirwan
Simpang Ampek Pasaman Barat
Senin
01 April 2013 | 11:11:00 WIB
thank Dr. Renata Rabenstern dan Herwig Zahorka ekspedisi dari Jerman yang melakukan penelitian diPasaman barat selama 6 hari dengan Pemandangan yang hijau, indah dan asri di hiasi dengan hutan hujan tropis yang masih \\\'perawan\\\'. jangan sampai dijamah oleh tangan-tangan kotor sehingga nanti terjaga dan terbela 
Maratus Saleha
Sungai Aur/Pasaman
Selasa
11 Juni 2013 | 23:51:00 WIB
Pasaman the best banget,,bangga jadi warga pasaman 
abu khadijah
simpang ampek
Minggu
01 September 2013 | 22:21:00 WIB
Subhanallah. semoga ulil amri dan masyarakat dapat menjaga dan melestarikan danau laut tinggal tsb. jangan sampai dirusak oleh tangan-tangan jail. dapat menjadi objek wisata daerah pasaman barat ke depannya sebagai potensi alam yang asri nian. nndddeeeee taragak juo nak pai kasinan. 


Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar
 



Selasa, 15 November 2016

MAN Kajai Canangkan Program Gerakan Seribu

2016-11-15 00:45:37 Simpang Empat, pasamanbaratkab.go.id Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kajai, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melakukan terobosan baru dalam meningkatkan rasa sosial dan mengikuti tuntunan hidup sehat dan bersih. Hal ini dibuktikan dengan program Gerakan Seribu di Hari Jumat dan Jumat bersih. Benar, sudah dua minggu kita memulai program ini, sedekah pertama terkumpul Rp...

Kamis, 06 Oktober 2016

Ikan Larangan Batang Tian Dibanjiri Pengunjung

2016-10-06 14:17:31 Simpang Empat, pasamanbaratkab.go.id Meski baru satu bulan dibuka, tempat wisata alam ikan larangan Batang Tian yang terletak di Jorong Pasaman Baru, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), semakin ramai oleh pengunjung. Betapa tidak, selain banyaknya ikan-ikan jinak yang menghiasi sungai, letaknya juga berada di pusat kota kabupaten dan berada di jalan...