Arah Pembangunan Daerah kabupaten Pasaman Barat

Berdasarkan visi dan misi pembangunan daerah Kabupaten Pasaman Barat dan dengan memperhatikan analisis lingkungan internal dan eksternal maka diperlukan arah pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

               Untuk dapat mewujudkan visi, misi dan arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Pasaman Barat 2005-2025 secara bertahap, jelas dan konkret, diperlukan penahapan pembangunan daerah dan skala prioritas untuk masing-masing periode lima tahunan. Tahapan dan skala prioritas tersebut berisikan sasaran dan capaian yang diharapkan dapat diwujudkan pada masing-masing tahap pembangunan. Oleh karena itu, skala prioritas pada masing-masing tahapan pembangunan akan berbeda-beda, tetapi semuanya itu harus berkesinambungan dari satu periode ke periode berikutnya dalam rangka mewujudkan arah pembangunan jangka panjang yang telah ditetapkan di atas.

               Setiap arah pembangunan pada masing-masing misi pembangunan jangka panjang daerah ditetapkan di dalamnya penahapan dan skala prioritasnya untuk masing-masing periode RPJM. Prioritas pada masing-masing tahapan selanjutnya dapat diperas lagi menjadi beberapa prioritas untuk setiap arah pembangunan daerah utama pembangunan. Skala prioritas pembangunan ini menggambarkan makna strategis dan urgensi permasalahan pembangunan. Atas dasar pertimbangan tersebut, pentahapan dan skala prioritas yang diperlukan dalam mewujudkan visi, misi dan arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Pasaman Barat periode 2005-2025 sebagaimana yang telah ditetapkan pada RPJMD periode ke-dua tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut:

 

1.      Pembangunan Hukum dan Pemerintah

Pada RPJM ke-2 ini arah pembangunan sebagai tindak lanjut dari arah pembangunan yang telah dikembangkan pada RPJM ke-1 dalam mengembangkan pemerintahan yang baik, bersih dan demokratis maka arah pembangunan selanjutnya adalah meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah dalam kerangka mewujudkan good and cleangovernance untuk mendukung akselerasi  pembangunan daerah melalui :

a.      Meningkatkan kualitas dan profesionalisme aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat;

b.      Meningkatkan disiplin dan kepatuhan aparatur pemerintah pada kebijakan dan peraturan yang ditetapkan agar penyelenggaraan pemerintahan lebih efisien dan efektif;

2.      Pembangunan Sumber Daya Manusia

1.   Pada RPJM ke-2 ini sebagai tindak lanjut dari pengembangan pemerataan pendidikan yang telah diarahkan pada RPJM ke-1 , maka arah pembangunan dilanjutkan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Adapun arahnya adalah :

a.   Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan

      Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif oleh seluruh komponen masyarakat (stakeholders)

b.   Peningkatan kualitas pendidikan dengan cara peningkatan profesionalisme yang bermuara pada peningkatan kualitas SDM kelembagaan, sarana dan prasarana serta kualitas pembelajaran;

2.   Sebagai tindak lanjut dalam mengembangkan kualitas kesehatan yang telah diarahkan pada RPJM ke-1 sebelumnya, maka pada RPJM ke-2 ini arah pembangunan yang akan dilanjutkan adalah :

a.      Peningkatan kualitas pelayanan pada setiap tingkatan dan jenis pelayanan;

b.      Pengembangan jaminan kesehatan bagi penduduk terutama keluarga miskin;

3.      Ekonomi

Capaian bidang ekonomi pada periode sebelumnya menjadi landasan dan refleksi dalam melanjutkan pembangunan, untuk lebih mempertajam tujuan pembangunan secara menyeluruh. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 diproyeksikan sebesar 7,82% dengan jumlah PDRB Harga Konstan yang meningkat sehingga berjumlah 3.713,97 miliar dimana jumlah penduduk pada tahun tersebut sudah berkembang menjadi sebanyak 357.519 jiwa. Pada rentang waktu 2010-2015 pembangunan ekonomi dilanjutkan pada mengembangkan industri pengolahan berbasis pertanian. Pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian secara makro adalah industri yang mengolah bahan mentah menjadi setengah jadi atau produk olahan pertanian yang masih bersifat sederhana namun berpotensi untuk pengembangan produk.

Disamping itu diperlukan pengembangan teknologi tepat guna berbasis pertanian yang terjangkau oleh petani namun tetap memberikan nilai tambah (value added) terhadap produk hasil olahan pertanian. Untuk membuka lapangan kerja maka perlu didukung oleh sumber daya manusia terutama dengan memfokuskan pendidikan keahlian atau kejuruan yang sesuai dengan potensi daerah seperti sekolah kejuruan pertanian atau perikanan. Pada RPJM ke-2 ini juga difokuskan peningkatan produksi produk pertanian yang lebih bermutu dan berkualitas. Disamping itu diharapkan pada periode RPJM ke-2 ini kapasitas aparat dan kelembagaan pemerintah untuk dapat lebih berperan dalam pelaksanaan program ekonomi dan pembangunan wilayah pedesaan sehingga mendukung terciptanya industri pengolahan berbasis pertanian. Pada tahap ini juga telah dimulai pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut, udara dan darat yang memadai untuk mendukung pemasaran produksi hasil pertanian maupun hasil industri pertanian.

4.      PembangunanTata Ruang dan Wilayah

Guna mewujudkan tata ruang yang baik dan dilaksanakan secara konsisten diwilayah Kabupaten Pasaman Barat, pada RPJM ke 2 ini terus melanjutkan prioritas pembangunan pada RPJM ke 1 dan mengarahkan pembangunan dengan jalan mengoptimalkan pengembangan potensi  kawasan pertanian dan perkebunan yang didukung oleh pengembangan industri pengolahan produksi pertanian dan perkebunan dengan pendekatan agribisnis sehingga dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian wilayah. Pengelolaan Kawasan Lindung merupakan salah satu prioritas pembangunan pada RPJM ke 2 ini yang merupakan tanggung-jawab Pemerintah (Pusat dan Daerah) yang dilakukan secara bersama-sama dengan stake-holders lainnya, Hutan Lindung dalam jangka pendek dan menengah tidak dikonversi menjadi peruntukkan lain agar dapat dicegah terjadinya erosi, bencana banjir dan menjaga fungsi hidroorologis tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah, air tanah dan air permukaan.

5.      PembangunanSarana dan Prasarana

Pada RPJM ke 2 arah pembangunan pada RPJM ke 1 terus dilanjutkan terutama dalam pembangunan jalan dan jembatan batu untuk membuka kawasan terisolasi untuk meningkatkan kemampuan pemasaran hasil-hasil produksi pertanian dan perkebunan. Sementara itu pada RPJM ke 2 ini pembangunan  diprioritaskan pada penyusunan Sistem Prasarana air bersih dalam rangka pengembangan sistem prasarana pengairan, penyediaan air baku bagi kebutuhan domestik dan industri,  yang dijelaskan dalam bentuk kriteria pengembangan prasarana pengolahan air bersih dan pengembangan sistem pelayanan prasarana air bersih. Pada saat ini dari 11 (sebelas) Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, terdapat 3 (tiga) Kecamatan yang belum dapat menikmati sistem air bersih dari PDAM yaitu Kecamatan Gunung Tuleh, Sasak Ranah Pasisia dan Kecamatan Ranah Batahan. Cakupan pelayanan yang direncanakan meliputi 11 (sebelas) kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat dengan tingkat penambahan pelayanan sampai tahun 2015 adalah setengah dari sisa prosentase yang belum dilayani. Pengembangan sistem penyediaan air bersih bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat serta mengurangi wabah penyakit yang diakibatkan oleh air (water born desease). Seperti telah diketahui bersama bahwa semakin baik taraf hidup masyarakat maka semakin tinggi pula kebutuhan akan air bersih, tentunya meningkatnya perkembangan kabupaten Pasaman Barat akan membawa dampak semakin diperlukannya air bersih.

Tabel 4.1.

Proyeksi Beberapa Indikator Pembangunan Di Pasaman Barat Tahun 2006-2025

 

 

No

Unsur Proyeksi

2006

2010

2015

2020

2025

1

Pertumbuhan Ekonomi (%)

6,36

6,97

7,82

8,77

9,84

2

PDRB Harga Konstan (Rp Miliar)

2.115,15

2.716,48

3.713,97

5.077,74

6.942,29

3

Tingkat Inflasi (%)

7,00

6,50

6,00

6,50

5,00

4

PDRB Harga Berlaku (Rp Miliar)

3.507,37

4.847,88

7.265,48

10.888,72

16.318,84

5

Laju Pertumbuhan Penduduk (%)

0,58

0,61

0,65

0,69

0,73

6

PDRB per Kapita (Rp 000)

10.589,26

16.094,21

27.159,70

45.833,19

77.345,55

7

Penduduk Miskin (%)

40,81

31,25

22,38

16,03

11,48

8

Pengangguran Terbuka (%)

4,91

4,44

3,28

2,42

1,79

9

Produksi Jagung (ton)

152.488,00

308.469,60

544.189,00

795.370,66

933.136,71

10

Perikanan Laut (ton)

7.894,00

10.901,42

16.319,81

24.431,35

36.574,60

11

Angka Harapan Hidup

62,36

70,20

75,41

81,24

87,52

12

IPM

68,12

72,74

78,96

85,71

93,04

13

Angka Melek Huruf

96,20

97,00

98,01

98,10

99,01

14

Lama Sekolah

7,30

8,34

9,28

10,88

11,22

15

Kunjungan Wisata

58.780

65.224

74.281

87.391

93.815

 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar