Deretan Pulau-Pulau Kecil di Pasaman Barat

PULAU – PULAU KECIL

1. Pulau Panjang

Pulau Panjang  memiliki luas ± 220 Ha, merupakan satu-satunya pulau yang dihuni oleh penduduk. Lahan  daratan di pulau ini selain dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat tinggal juga dimanfaatkan untuk usaha perkebunan, diantaranya ;  kebun kelapa, cengkeh dan lain-lain sementara daerah pantai dimanfaatkan untuk usaha galangan/perbaikan kapal penangkap ikan. Daerah lautan sekitar pulau panjang (daerah terumbu karang) dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan pemancingan, penangkapan udang lobster dan juga kegiatan budidaya ikan kerapu dan rumput laut.

Melihat dari posisi serta kondisi pulau panjang ini yaitu; sebagai sentra pulau-pulau kecil dan juga satunya pulau yang berpenduduk maka Pemerintahan Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengalokasikan dana yang bersumber dari APBN (DAK) dan APBD tahun anggaran 2007 untuk membangun sarana dan prasarana pulau-pulau kecil yaitu berupa Pos Jaga, Energi Alternatif dan Fasiltas Jalan  Kampung. Disamping itu untuk menjaga serta mengawasi aktivitas pemanfaatan potensi laut, pesisir dan perikanan pada tahun yang sama juga dianggarkan pengadaan Speed Boat Pengawasan.

2. Pulau Unggas

Pulau Unggas memiliki luas ± 5 Ha, pulau ini hanya ditumbuhi oleh mangrove dan merupakan kawasan bermain bagi berbagai jenis burung., latar belakang ini yang menyebabkan oleh masyarakat setempat dinamakan pulau unggas. Laut sekitar pulau unggas sangat tenang dasarnya merupakan habitat padang lamun dan juga terumbu karang sehingga sangat cocok untuk pengembangan keramba jaring apung (KJA) untuk jenis ikan kerapu. Disamping pengembangan perikanan budidaya daerah sepadan pulau unggas ini juga direncanakan menjadi kawasan lindung lokal dengan pola pemanfaatan terbatas, sehingga kelestarian ekosistem dapat terus terpelihara.

3. Pulau Harimau

Pulau dengan luas ± 105 Ha ini berdekatan dengan Pulau Unggas merupakan pulau yang tidak berpenghuni dan kurang dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan,  sekalipun   ada   hanya pemanfaatan terbatas (kawasan penangkapann kepiting). Pulau ini memiliki kontur berbukit,oleh masyarakat sekitar Air Bangis Pulau Harimau dipercaya memiliki cerita mistis/angker sehingga masyrakat enggan untuk memanfaatkan lahan di pulau tersebut untuk menjadilahan produktif. Dengan kondisi tersebut kawasan ini cocok dijadikan kawasan lindung lokal yang berfungsi sebagai wilayah pemijahan ikan-ikan karang dan untuk mempertahankan habitat mangrove.  Berhadapan dengan Pulau Harimau dan Pulau Unggas kearah daratan Pulau Sumatera terdapat hamparan hutan Mangrove dengan luas ± 3.500 Ha (Intepretasi Citra Tahun 2004, Transfera Intfranusa). Laut sekitar pulau harimau sangat tenang dan dasarnya merupakan habitat padang lamun dan juga terumbu karang.

4. Pulau Pigago

Pulau Pigago memiliki luas ± 40 Ha, sama dengan Pulau Telur pulau ini pun hanya ditumbuhi oleh mangrove dan pohon kelapa. Kawasan laut sekitar Pulau Pigago pada bagian yang terlindung sangat cocok untuk mengembangkan budidaya rumput laut maupun budidaya ikan kerapu. Disamping pantainya yang landai perairannya juga jernih dengan substrat dasar pasir. Ekosistem terumbu karang juga di jumpai dikawasan ini dan merupakan ekosistem terumbu yang terbaik di kawasan pulau-pulau ini.

5. Pulau Telur

Pulau Telur memiliki luas ± 45 Ha, pulau ini hanya ditumbuhi oleh mangrove dan pohon kelapa, merupakan kawasan bertelur bagi penyu belimbing.  Sekeliling pulau telur adalah ekosistem terumbu karang yang sebagian besar masih cukup baik. Satuan ekosistem  Pulau Telur sudah seharusnya dilindungi bukan hanya sebagai habitat penyu belimbing tetapi juga sebagai penyangga keberadaan spesies lainnya seperti ikan, kepiting, udang dll.

6. Pulau Tamiang

Pulau Tamiang memiliki luas ± 15 Ha dan berada berdekatan dengan Pulau Panjang. Disamping dimanfaatkan sebagai lahan  untuk berkebun kelapa, pulau ini juga dimanfaatkan nelayan untuk beristirahat. Hamparan terumbu karang di selat pulau tamiang dengan pulau panjang merupakan aset penting bagi keutuhan ekosistem perairan  pulau-pulau kecil Kabupaten Pasaman Barat disamping bisa dimanfaatkan untuk wisata bawah air. Kawasan ini nantinya direncanakan pengembangan dengan pola pemanfaatan terbatas yaitu pembatasan alat tangkap dan pengembangan budidaya rumput laut.

7. Pulau Pangka

Pulau Pangka memiliki luas ± 40 Ha, pulau ini merupakan pulau terluar dari Kabupaten Pasaman Barat, ditumbuhi oleh mangrove dan juga kelapa. Di pulau ini terdapat mercu suar dan kawasan laut sekitar  Pulau Tamiang sering dimanfaatkan nelayan untuk melaksanakan aktivitas penangkapan ikan.

 8. Pulau Terbakar

Pulau Terbakar memiliki luas ± 10 Ha, dinamakan Pulau Terbakar dikarenakan pulau ini  hanya ditumbuhi oleh semak belukar dan itupun hanya dalam jumlah yang sedikit. Dan menurut cerita masyarakat setempat pulau ini dulunya pernah kebakaran hingga dinamakan Pulau Terbakar. Disekitar Pulau ini juga ditemukan terumbu karang dan hamparan gosong juga ada di sekitar pulau terbakar ini.

 9. Pulau Nibung

Tidak berbeda jauh dengan Pulau Terbakar, Pulau Nibung juga memiliki luas ± 10 Ha cuma  saja pulai ini penuh ditumbuhi oleh tanaman nibung (sejenis nipah) dan  berrada persis dimulut muara Sungai Tomak. Pulau ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beristirahat dikala mencari ikan.

 

Tabel Potensi Pulau-Pulau Kecil di Kabupaten Pasaman Barat

No

Pulau

Luas (Ha)

Pemanfaatan

Ekosistem

Koordinat

1

Panjang

41.0

Pemukiman

Basis penangkapan

Kebun kelapa/cengkeh

Galangan kapal

Penangkapan lobster

Mangrove

Terumbu karang

Padang lamun

Rumput laut

99°18’05’’ BT

0°11’20’’ LU

2

Unggas

3.8

Penangkapan lobster, kepiting dan kerang

Mangrove

Padang lamun

99°17’40’’ BT

0°13’35’’ LU

3

Harimau

26.25

Penangkapan lobster, kepiting dan kerang

Mangrove

Padang lamun

Estuaria

99°17’00’’ BT

0°13’00’’ LU

4

Tamiang

7.9

Kebun kelapa

Terumbu karang

Padang lamun

Rumput laut

99°17’25’’ BT

0°11’00’’ LU

5

Pigago

8.81

Kebun kelapa

Terumbu karang

Padang lamun

Rumput laut

99°16’30’’ BT

10°00’20’’ LU

6

Telur

8.87

-

Terumbu karang

Padang lamun

Rumput laut

99°21’10’’ BT

0°07’30’’ LU

7

Pangkal

13.75

-

Terumbu karang

Rumput laut

99°17’50’’ BT

0°08’10’’ LU

8

Tabaka

-

-

Terumbu karang

Rumput laut

-

9

Nibung

-

-

Terumbu karang

Rumput laut

-

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar