Pengembangan Tanaman Karet

Lokasi Kebun  : Tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat

Lokasi PKS     : Tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat

Luas Areal       : 7.616 Hektar

Status Lahan   : Kebun Rakyat

Ketersidiaan Bahan Baku                                                   : Tersedia

Jarak lokasi Kecamatan Pasaman – Padang            : 175 km

            Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkebunan karet teluas di dunia, dengan luas areal mencapai 3.262.291 hektar. Dari luas areal perkebunan tersebut 84,5 % diantaranya merupakan kebun milik rakyat, 8,4 % milik swasta dan 7,1 % merupakan milik negara.

            Beberapa tahun terakhir produksi karet di Indonesia menurun, salah satu penyebabnya adalah karena tidak dilakukannya peremajaan tanaman dan beralihnya petani menanam komoditi lain seperti kelapa sawit dan kakao. Sementara itu  kebutuhan dunia terhadap karet terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan berkembangnya industri yang menggunakan bahan baku karet di negara-negara maju.  Negara-negara konsumen karet terbesar adalah Ameraika Serikat, Cina, Jepang dan negara-negara Eropa. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Universitas Free, Belanda, pada tahun 2020 mendatang kebutuhan karet dunia mencapai lebih dari 25 juta ton dan 13,472 juta ton diantaranya karet alam.  Padahal, kemampuan negara-negara produsen karet alam untuk memenuhinya hanya sekitar 7,8 juta ton, sehingga masih mengalami kekurangan 5, 654 juta ton. 

Bagi Indonesia, meningkatnya kebutuhan dunia terhadap karet alam memberikan harapan cerah karena peluang untuk mengisi pasar internasional terbuka lebar.  Pengembangan tanaman karet di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Pasaman Barat harus dibenahi melalui berbagai usaha seperti pembangunan kebun induk karet dengan teknik budidaya dan pembibitan yang dilakukan secara baik dan benar sehingga produktivitas dan kualitas bibit yang dihasilkan bermutu baik.

            Tanaman karet berupa pohon yang tingginya bisa mencapai 25 meter dengan diameter batang cukup besar.  Di batang inilah terkandung getah yang lebih terkenal dengan nama Lateks.  Karet termasuk tanaman dataran rendah, yaitu bisa tumbuh baik di dataran dengan ketinggian 0 – 400 meter dari permukaan laut (dpl), suhu harian 25 – 30 o C. Curah hujan 2.000 – 2.500 mm/tahun, membutuhkan sinar matahari sepanjang hari, minimal 5 – 7 jam/hari dan pH tanah yang sesuai untuk tanaman karet adalah mendekati normal yaitu (4 – 9) dan untuk pertumbuhan optimalnya adalah 5 – 6.

            Potensi areal pengembangan karet di Kabupaten Pasaman Barat saat ini mencapai 11.550 hektar yang tersebar di 11 (sebelas) kecamatan diantaranya Kecamatan Talamau, Sei. Aur, Gunung Tuleh, Pasaman dan Ranah Batahan. 

            Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat senantiasa berusaha mengembangkan usaha komoditi ini baik dengan mencari / memfasilitasi investor, maupun dengan pelayanan penyuluhan kepada masyarakat.

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar