DP3AP2KB Sumbar Bersama DPPKBP3A Pasbar Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Pasbar, pasamanbaratkab.go.id-- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar bersama DPPKBP3A Pasaman Barat menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua P2TP2A Provinsi Sumbar sekaligus pemateri dalam sosialisasi tersebut.

Kegiatan yang turut dihadiri Ketua P2TP2A Pasbar, Ny. Titi Hamsuardi, Kepala DPPKBP3A, Anna Rahmadia, perwakilan nagari, serta stakeholder terkait tersebut dibuka oleh Kepala Bidang PHPA DP3AP2KB Provinsi Sumatera Barat, Rosmadeli, yang hadir mewakili Kepala DP3AP2KB.

Rosmadeli, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Ia juga menyampaikan data meningkatnya kasus kekerasan di Sumatera Barat, dengan 272 kasus kekerasan terhadap anak dan 871 kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2023. Hingga April 2024, tercatat 146 kasus kekerasan, mayoritas di antaranya adalah kasus kekerasan seksual.

Rosmadeli menyoroti bahwa di Pasaman Barat sendiri terdapat 45 kasus kekerasan, menunjukkan pentingnya upaya bersama dalam menangani masalah ini.

"Menangani masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga memerlukan kerjasama lintas sektor. Penting untuk menuntaskan masalah ini secara bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Pasbar, Ny. Titi Hamsuardi, menjelaskan bahwa P2TP2A merupakan pusat pelayanan terpadu untuk perempuan dan anak, memberikan berbagai layanan seperti pengaduan korban kekerasan, layanan kesehatan, pemeriksaan psikologi, pendampingan hukum, hingga rehabilitasi sosial.

"Visi P2TP2A Pasbar adalah mewujudkan perempuan dan anak yang mandiri dan bermartabat sesuai dengan hak asasi manusia, dengan misi utama memberikan layanan informasi, pendampingan psikologi, dan advokasi hukum untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak," paparnya.

Ny. Titi juga menyebutkan bahwa P2TP2A Pasbar berkolaborasi dengan sektor-sektor terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.

"Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Semoga dapat membantu menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pasbar, dengan meningkatkan koordinasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat serta keluarga," ucapnya.